Kelopak Bunga Sakura Shimari
1
Lagu tentang kelopak bunga sakura
Seperti memutar kembali waktu
Meski tak lagi dinyanyikannya
Lagu ini adalah masa mudanya
Hingga sampai bagian ref
Dihapusnya air mata yang mengalir
Semenjak dia memulai segalanya
8 tahun lalu, dikota elektronik
Bagi Shimari, tempat ini mengubah hidupnya
Meski melewati hal yang tak sama dengan anak lain seusianya
Ya, Shimari, nama yang disamarkan
Karena begitu terkenalnya dia sekarang
Ketika lulus SMU di Fukuoka
Diusia 19 tahun, tepatnya 8 tahun lalu
Dia terbang dari kampung halamannya
Untuk menyambut apa yang disebut impian
Kehidupan yang keras dan kejam
Tak pernah dia pedulikan
Meski banyak orang terkenal
Yang berakhir sebagai penjual sex atau bintang porno
Inilah arti air mata yang dia lewati
Bulan Desember dimusim dingin
Akan selalu mengingatkannya
Pada air mata yang mengalir
2
Menghela nafas ditengah kota yang bernama Akihabara
Tempat dimana dia mulai berjuang
Ditatapnya trotoar dijalan Chuodori
Disinilah, Shimari membagikan tiket dan pamflet
Tak banyak yang peduli
Tak banyak yang mendengar
Apalagi yang mau melihat perjuangannya
Dari anak desa yang mencoba menjadi bintang
Memangnya siapa orang bodoh
Yang mau membuang waktu
Hanya untuk melihat idola amatiran
Yang ada dipikiran mereka adalah rugi
Direndahkan, dihina, disepelekan
Mungkin hal biasa didunia ini
Tapi untuknya dan teman-temannya
Adalah luar biasa, dari anak umur belasan tahun
Tapi, sudahlah tak ada yang perlu disesali
Masa lalu adalah pelajaran berharga
Pelajaran yang mengajarinya arti air mata
Masa lalu, terimakasih untukmu
Jika menyerah waktu itu
Mungkin dia akan hidup nyaman
Namun, pasti kini ia akan menyesal
Ketika waktu, mengajarinya pilihan
Diputarnya lagi lagu itu
Lagu kenangan yang tak mungkin habis
Setelah dia lulus dari grup amatiran
Yang pernah membesarkan namanya
Ya, beberapa bulan lalu
Dia tak lagi bersama teman-temannya
Dan memulai hidup baru sebagai pengusaha fashion
Dengan brand ricori
3
Toko grosirpun memasang wajahnya
Nama grup amatiran yang pernah dia tempati
Kini menjadi ikon nasional di Jepang
Siapa yang menyangka
Gadis yang tak pernah diperhitungkan
Mantan pelayan café
Kini menjelma menjadi idola
Mengikuti kata hatinya
Sederas apapun air mata kesedihan
Tak selamanya akan mengalir
Meski masih ada
Air mata kebahagiaan yang tersisa
8 tahun lalu, tepat didepan toko grosir
Sikap egois dan keras kepala
Adalah makanannya sehari-hari
Saat anak lain bermain dengan kesenangan mereka
Berjalan tanpa masa depan yang jelas
Bagi kebanyakan orang adalah tindakan bodoh
Tapi Shimari, inilah jalan yang dia pilih
Ah, itu masih bukan apa-apa
Meskipun belum mengerti asam garam kehidupan
Perlahan impian membawanya ketempat ini
Dengan satu-satunya bekal yang dia miliki
Bernyanyi dan menari, mencoba menjadi bintang
Namun, hanya berbekal bakatpun tak cukup
Hidup memang tak seindah impian
Ketika sampai ditempat audisi
Dia terpaksa harus kalah, pada takdir
Mungkin juri yang menilainya berkata dapat hati
Kau terlalu dewasa untuk ini
Anak lain berumur sekitar 13 – 15 tahun
Sedangkan Shimari....
Dari luar Shimari dapat melihat wajah idola amatiran
Ya, anak yang berumur dibawahnya telah lolos
Dari 7.924 orang yang mendaftar
Hanya dipilih 24 orang
Betapa bangganya hati mereka waktu itu
Dapat mengalahkan anak sebanyak itu
Sedangkan Shimari, yang lebih tua dari mereka
Dunia masih belum mengijinkannya berjuang
Rasa malu dan menyesal adalah cambuk hari itu
24 anak SMP hingga SMU
Menjadi anggota pendiri grup ini
Grup yang akan dikenal dunia 8 tahun kemudian
Dan ketika mereka melakukan pertunjukkan
Shimari berkata dalam hatinya
Suatu hari aku akan berdiri disana
Meski tanpa masa depan yang jelas
Mencoba menjadi bagian dari grup
Meski hanya menjadi staff
Yang dia bisa menjual jus dan es krim di café
Ya, dia adalah pelayan café didepan teater
4
8 Desember 2005 adalah debut awal
Dari rencana sebelumnya 1 Desember 2005
Karena belum siap secara mental
Pembukaan teater mundur 1 minggu
Hingga tekanan pertama datang
Memaksa 4 anak untuk menyerah
Dan menyisakan 20 teman mereka
Yang masih berharap kebaikan takdir
Tapi, keadaan tak lebih baik dialami anggota pendiri grup itu
Mengharap keajaiban yang terjadi
Nama besar dari pendiri grup tak berpengaruh apapun
Sepi penonton dan tanpa tujuan yang jelas
Merekapun meneteskan air mata
Meski senyuman menutupi kesedihan
Keringat dan air mata bergantian berdatangan
Saat anak seusia mereka menikmati kebahagiaan
Memulai segalanya dari teater kecil
Ditengah keramaian dan keegoisan kota elektronik
Mengemis pada pejalan kaki
Agar mau melihat mereka tampil
Menyebarkan selebaran dan pamflet
Membagikan tiket gratis dan semuanya dibuang
Hingga pertunjukkan 3 kali diakhir pekan
Namun, hanya 7 pasang mata yang peduli
5
Tatapan mata sinis menghantui anak-anak belasan tahun
Lagu pertama dan senyum keramahan
Tak mampu melunakan hati mereka
Para penghuni Akihabara
Yang mereka dengar hanya teriakan
Pertunjukan celana dalam! pertunjukan celana dalam!
Adalah hinaan menyakitkan
Bagi anak usia belasan tahun
Semua orang kaget, semua orang heran
Merasa tak siap dengan keadaan ini
Hingga ada yang berteriak, menangis, dan menjerit
Bagai diperkosa oleh dunia
Bagi Shimari, tak akan mengubah tujuannya
Untuk menjadi bagian grup amatiran
Bersama anak lain atau lebih tepat adik-adiknya
Dan melakukan pertunjukkan celana dalam
6
Malam tahun baru 2006 datang
Lantunan lagu natal terdengar
Mereka, bermaksud merayakannya bersama penggemar
Yang sudi menonton pertunjukkan mereka
Kembali turun kejalan dan membagikan pamflet
Hati yang terbuka, akan menyambut penggemar
Tapi, apa yang sebenarnya terjadi
Pamflet itu kembali berakhir ditempat sampah
Ditengah salju yang dingin
Air mata mereka seolah membeku
Menahan impian yang terpendam
Bersama air mata yang tertahan dalam hati
Seperti menyembah ke stasiun TV dan studio rekaman
Agar mau menerima lagu dari grup amatiran ini
Jika bukan karena impian
Mungkin tempat ini sudah bubar ketika berdiri
6
Mempertaruhkan masa depan hanya untuk impian
Apakah Shimari tak begitu bodoh
Mempercayai hal mustahil
Menjadi idola dan orang terkenal
Sebelum mereka melakukan petunjukkan
Shimari selalu turun dari lantai 8
Menuju trotoar, ditepi jalan Chuodori
Tempat yang sekarang dia injak adalah kepingan sejarah
Membawa beberapa pamflet
Melakukan hal yang sama, seperti grup moe
Supaya pejalan kaki mau naik kelantai 8
Dan menonton adik-adiknya tampil
Meski menahan dinginnnya salju
Tak jarang terdengar bentakan orang yang lewat
Karena menghalangi jalan
Dan hampir tertabrak sepeda
Terkadang bayangan yang lewat mengaburkan impiannya
Ingin tertawa, ingin berbelanja
Seperti kebanyakan anak lain
Menghabiskan waktu bersama temannya
Apa yang dialami adik-adiknya tak membuatnya trauma
Kerasnya kehidupan ditempat ini
Telah membentuknya menjadi manusia
Yang lebih menghargai kehidupan
7
Setelah perjuangan grup amatiran ini
Surat pertama datang
Meski masih sepi, ternyata ada orang yang memperdulikan
Pertunjukkan celana dalam
Kerja keras dan ketidakmauan kalian untuk menyerah
meskipun kalian ada di lingkungan yang keras telah menyentuh hatiku.
Ini menginspirasiku untuk bekerja keras
dengan pelajaranku juga.
Itulah sepenggal surat penyemangat
Yang diberikan orang yang peduli
Pada perjuangan awal mereka
Dilantai 8 ditoko grosir, kota elektronik
1,5 bulan berlalu sejak pembukaan teater
Ketika acara pemilihan anggota favorit
Nama Shimari tiba-tiba muncul menjadi anggota favorit
Seorang pelayan café ini menjadi bagian dari grup amatiran
Hingga keajaiban benar-benar terjadi
Pendiri grup menawarinya bergabung
Dengan persyaratan dapat menghafal 12 lagu
Dan koreografer dalam waktu 4 hari
Anggukan kepala Shimari
Sebagai sinyal dia akan berjuang
Ketika kesempatan telah datang
Dan mengalahkan dirinya sendiri
Berada diatas panggung adalah impiannya
Meski masih terseok-seok ketika berjalan
Dia tetap mempercayakan mimpinya
Yang akan tumbuh ditempat ini
Dengan lagu bunga sakura
Yang dia nyanyikan pertama kali
Bersama teman-temannya
Itulah kenangannya hingga hari ini
Yang membekas didalam hati
Sebagai titik awal perjuangannya
Ingin selalu dia simpan
Meski dalam air mata
8
Lagu perpisahan mengingatkannya
Pada pertama kali dia berjuang
Demi hal mustahil
Ya, impian yang kini hidup bersamanya
Seberapa jauhnya dia berjalan
Masih akan selalu terlihat
Berlomba-lomba dengan teman-temannya
Mencari perhatian penggemar
2 bulan berlalu dan lantai 8 semakin ramai
Wajah penggemar baru menghiasi
Air mata yang mereka perjuangkan
Sedikit demi sedikit terbayar
Warga kota elektronik heran
Dipuncak toko grosir yang disebut Donki
Ada penyanyi dan penari amatiran
Yang berusaha menggapai impian
Itulah yang membawa mereka kesini
Ya, memenuhi tempat duduk penonton
Dari dalam hati
Terimakasih untuk kalian, para penggemar
Bersama teman-temannnya
Shimari kembali menyanyi dan menari
Hal yang mereka mampu
Dari sekumpulan gadis remaja
Meski tak berpengalaman
Mereka melakukan yang terbaik
Untuk penggemar, yang sudi mendampingi mereka
Dari lantai 8, hingga dapat bersinar
9
Setengah tahun berlalu
Audisi kedua dibuka
Ah, teman baru
Semakin meramaikan lantai 8 ini
Meski mereka masih belum terkenal
Anggota baru berdatangan
Membuat persaingan semakin ketat
Yang tak kuat akan mati
Bagai hukum rimba
Itulah kehidupan, bahkan hanya untuk impian
Tak lama, generasi ketigapun datang
Lantai 8 semakin ramai
Banyaknya anggota yang ada
Membuat penggemar memprotes kehadiran mereka
Bahkan dibandingkan dengan generasi pertama
Betapa menyakitkan hal tersebut
Hingga membuat pendiri grup berpikir
Menunjuk salah satu anak yang tak begitu baik
Dalam menari maupun menyanyi
Maeda, itulah nama anak ini
Dia menjadi wajah grup karena banyaknya anggota
Rasa iri dari hati muncul
Kini, Maeda menjadi orang terkenal
Seluruh Jepang dan dunia mengenalnya
Tapi, Shimari adalah anak dewasa
Lebih dewasa dari siapapun yang ada ditempat ini
Menasehati adik-adiknya
Untuk tak membenci Maeda, yang tak tahu apa-apa
10
Namun persaingan mereka belum berakhir
Bersaing mendapat perhatian
Dari penggemar yang semakin memenuhi teater
Demi impian yang tak terlihat
Shimari teringat wajah Jane Birkin
Seorang artis dan desainer dari Inggris
Ya, itulah impiannya selama ini
Menjadi seperti dia
Betapa beratnnya kesulitan
Hanya ada 2 pilihan
Berhenti atau kembali berjalan
Tanpa memperdulikan rasa sakit
11
Ah, Shiimari tak paham bisnis
Hanya impian yang ada dibenaknya
Bersama puluhan gadis lain
Ya, meskipun mereka ditengah ladang bisnis dunia hiburan
Hingga tahun ke-3 pada 2008
Cobaan kembali menghadang
Studio rekaman meninggalkan mereka
Dan memupus harapan untuk melangkah selanjutnya
Terdengar desas-desus
Grup yang dia percaya dan perjuangkan
Akan dibubarkan oleh manajemen
Hanya karena tak mendatangkan keuntungan
Lagi-lagi persetan dengan duit
Hanya karena duit mereka mempermainkan impian Shimari dan gadis lain
Dalam hati dia tak rela
Ketika impian harus kalah oleh uang
Tapi apa daya
Shimari dan gadis lain hanyalah ABG
Yang tak tahu arah bisnis orang dewasa
Hanya impian, tak dapat membuat kita bertahan hidup
Grup ini tak memiliki masa depan
Begitulah pandangan orang
Pada Shimari dan teman-temannya
Dan 5 orang temannya mundur dari lantai 8
Tapi, dia berpegang pada prinsipnya
Seberapa sulitnya jalan didepan
Jika tidak meyerah
Pasti hasil baik yang didapat
Lebih baik bertahan hingga akhir
Meski akhirnya juga akan kalah
Paling tidak mencoba untuk melihat akhir perjuangan
Meski tak memiliki alasan melanjutkan perjuangan
Terkadang berbisik pada diri sendiri
Ketika berjuang dijalanku sendiri
Aku harus berbuat sesuatu
Jika tidak, maka semua akan berakhir
Tapi seberapa kuatnya orang
Pasti akan lemah juga
Hingga akhirnya Shimari memutuskan menyerah
Ketika kehilangan kepercayaan, pada impiannya
Tapi, lagi-lagi dia mendengarnya
Nasehat dari pendiri grup, orang yang memberinya kesempatan
Yang menjadi titik balik kehidupannya
Percaya padaku, dan ikuti aku
12
Shimari duduk terdiam didepan toko grosir
Tempat dimana dia mulai berjuang
Dari keluarga sederhana di Fukuoka
Menuju Tokyo untuk impian
Seorang diri menembus hutan beton
Yang bernama Akihabara
Wanita yang tak kenal lelah
Menjadi inspirasi bagi banyak orang
Kenangan akan perjuangannya
Membagikan selebaran hingga tiket gratis
Memenuhi ingatan Shimari
Sembari menyaksikan, jejak air matanya
Shimari, oh gadis yang gigih
Setelah 8 tahun berlalu, kembali memutar lagu
Dari kelopak bunga sakura
Lagu pertama yang dia nyanyikan
Bernostalgia dengan masa lalu
Lagu adalah mesin waktu sederhana
Yang dapat membawa menuju lompatan
Masa lalu, masa kini, maupun masa depan
Dia menangis, menangis, dan menangis
Tapi bukan air mata kesedihan yang keluar
Air mata kebahagiaan
Air mata kemenangan
Dan hingga nada terakhir
Kini, dia telah semakin dewasa
Yang harus hidup
Dengan masa depan, setelah menggapai impian
Betapa panjangnya jalan itu
Akan selalu mengingatkannya
Pada air mata yang mengalir
Disepanjang trotoar Chuodori
13
Apakah arti impian?
Mungkin bagi jiwa yang pasrah
Adalah kumpulan kalimat semu
Yang pantas untuk dibuang
Ditahun 2013, diusia 28 tahun
Dia tak lagi bersama grup yang membesarkan namanya
Wajah Jane Birkin yang selalu dia bayangkan
Perlahan menjadi dirinya sendiri
Meski meninggalkan kenangan
Dan tempat yang membesarkannya
Shimari tak akan melupakannya
Ketika menaruh bibit impian
Kini, perlahan telah tumbuh
Menjadi kelopak yang indah
Itulah kelopak bunga sakura
Yang telah mekar bersama impian
Kembali berbisik pada dirinya sendiri
Untuk penggemar yang menuliskan namaku
8 tahun lalu, terimakasih,
Karena anda ada disana untukku
Aku telah mampu berjalan sejauh ini
Akihabara, kaulah pendukung terbesarku
Lantai 8 adalah sisi lain dirinya
Yang tertanam begitu kuat
Meski meninggalkannya
Air matanya masih membekas
Dengan gemerlap yang terang
Mengajarkan pada siapa saja
Tentang keberanian
Dan orang yang mengikutinya
Dia telah menang
Melawan keegoisan, sikap kekanak-kanakan
Dan menyembunyikannya dalam air mata
Air mata kebahagiaan
7 pasang mata hari itu
Telah menjadi ribuan pasang mata
Yang memperhatikannya
Ketika dia bersinar melebihi Jane Birkin
Seberapa terkenalnya dia sekarang
Dia tak akan melupakannya
Lantai 8, tempat dia mempercayakan impian
Hingga bermekaran, bagai kelopak bunga sakura
Shimari, oh perempuan yang tangguh
Dimasa depan aku akan selalu bercerita
Tentang perjuanganmu kepada generasi penerusku
Salam hormat, dari penggemarmu, diselatan samudra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar