Rabu, 09 Juli 2014

Puisi Essay



Kelopak Bunga Sakura Shimari

1
Lagu tentang kelopak bunga sakura
Seperti memutar kembali waktu
Meski tak lagi dinyanyikannya
Lagu ini adalah masa mudanya  

Hingga sampai bagian ref
Dihapusnya air mata yang mengalir
Semenjak dia memulai segalanya
8 tahun lalu, dikota elektronik 

Bagi Shimari, tempat ini mengubah hidupnya
Meski melewati hal yang tak sama dengan anak lain seusianya
Ya, Shimari, nama yang disamarkan
Karena begitu terkenalnya dia sekarang 

Ketika lulus SMU di Fukuoka 
Diusia 19 tahun, tepatnya 8 tahun lalu
Dia terbang dari kampung halamannya 
Untuk menyambut apa yang disebut impian

Kehidupan yang keras dan kejam
Tak pernah dia pedulikan
Meski banyak orang terkenal
Yang berakhir sebagai penjual sex atau bintang porno

Inilah arti air mata yang dia lewati
Bulan Desember dimusim dingin
Akan selalu mengingatkannya
Pada air mata yang mengalir 

2
Menghela nafas ditengah kota yang bernama Akihabara
Tempat dimana dia mulai berjuang
Ditatapnya trotoar dijalan Chuodori
Disinilah, Shimari membagikan tiket dan pamflet

Tak banyak yang peduli
Tak banyak yang mendengar
Apalagi yang mau melihat perjuangannya
Dari anak desa yang mencoba menjadi bintang

Memangnya siapa orang bodoh
Yang mau membuang waktu
Hanya untuk melihat idola amatiran
Yang ada dipikiran mereka adalah rugi

Direndahkan, dihina, disepelekan
Mungkin hal biasa didunia ini
Tapi untuknya dan teman-temannya
Adalah luar biasa, dari anak umur belasan tahun

Tapi, sudahlah tak ada yang perlu disesali
Masa lalu adalah pelajaran berharga
Pelajaran yang mengajarinya arti air mata
Masa lalu, terimakasih untukmu 

Jika menyerah waktu itu
Mungkin dia akan hidup nyaman
Namun, pasti kini ia akan menyesal 
Ketika waktu, mengajarinya pilihan 

Diputarnya lagi lagu itu
Lagu kenangan yang tak mungkin habis
Setelah dia lulus dari grup amatiran
Yang pernah membesarkan namanya 

Ya, beberapa bulan lalu
Dia tak lagi bersama teman-temannya 
Dan memulai hidup baru sebagai pengusaha fashion
Dengan brand ricori 

3
Toko grosirpun memasang wajahnya
Nama grup amatiran yang pernah dia tempati
Kini menjadi ikon nasional di Jepang
Siapa yang menyangka

Gadis yang tak pernah diperhitungkan
Mantan pelayan café
Kini menjelma menjadi idola
Mengikuti kata hatinya

Sederas apapun air mata kesedihan
Tak selamanya akan mengalir
Meski masih ada 
Air mata kebahagiaan yang tersisa

8 tahun lalu, tepat didepan toko grosir
Sikap egois dan keras kepala 
Adalah makanannya sehari-hari
Saat anak lain bermain dengan kesenangan mereka

Berjalan tanpa masa depan yang jelas
Bagi kebanyakan orang adalah tindakan bodoh
Tapi Shimari, inilah jalan yang dia pilih
Ah, itu masih bukan apa-apa

Meskipun belum mengerti asam garam kehidupan
Perlahan impian membawanya ketempat ini
Dengan satu-satunya bekal yang dia miliki
Bernyanyi dan menari, mencoba menjadi bintang

Namun, hanya berbekal bakatpun tak cukup
Hidup memang tak seindah impian
Ketika sampai ditempat audisi
Dia terpaksa harus kalah, pada takdir 

Mungkin juri yang menilainya berkata dapat hati
Kau terlalu dewasa untuk ini
Anak lain berumur sekitar 13 – 15 tahun
Sedangkan Shimari....

Dari luar Shimari dapat melihat wajah idola amatiran
Ya, anak yang berumur dibawahnya telah lolos
Dari 7.924 orang yang mendaftar
Hanya dipilih 24 orang

Betapa bangganya hati mereka waktu itu
Dapat mengalahkan anak sebanyak itu
Sedangkan Shimari, yang lebih tua dari mereka
Dunia masih belum mengijinkannya berjuang

Rasa malu dan menyesal adalah cambuk hari itu
24 anak SMP hingga SMU 
Menjadi anggota pendiri grup ini
Grup yang akan dikenal dunia 8 tahun kemudian

Dan ketika mereka melakukan pertunjukkan
Shimari berkata dalam hatinya
Suatu hari aku akan berdiri disana
Meski tanpa masa depan yang jelas

Mencoba menjadi bagian dari grup
Meski hanya menjadi staff
Yang dia bisa menjual jus dan es krim di café
Ya, dia adalah pelayan café didepan teater 

4
8 Desember 2005 adalah debut awal
Dari rencana sebelumnya 1 Desember 2005
Karena belum siap secara mental
Pembukaan teater mundur 1 minggu 

Hingga tekanan pertama datang
Memaksa 4 anak untuk menyerah
Dan menyisakan 20 teman mereka
Yang masih berharap kebaikan takdir

Tapi, keadaan tak lebih baik dialami anggota pendiri grup itu
Mengharap keajaiban yang terjadi 
Nama besar dari pendiri grup tak berpengaruh apapun
Sepi penonton dan tanpa tujuan yang jelas 

Merekapun meneteskan air mata 
Meski senyuman menutupi kesedihan
Keringat dan air mata bergantian berdatangan
Saat anak seusia mereka menikmati kebahagiaan

Memulai segalanya dari teater kecil
Ditengah keramaian dan keegoisan kota elektronik
Mengemis pada pejalan kaki
Agar mau melihat mereka tampil

Menyebarkan selebaran dan pamflet
Membagikan tiket gratis dan semuanya dibuang 
Hingga pertunjukkan 3 kali diakhir pekan
Namun, hanya 7 pasang mata yang peduli

5
Tatapan mata sinis menghantui anak-anak belasan tahun
Lagu pertama dan senyum keramahan
Tak mampu melunakan hati mereka
Para penghuni Akihabara 

Yang mereka dengar hanya teriakan
Pertunjukan celana dalam! pertunjukan celana dalam!
Adalah hinaan menyakitkan
Bagi anak usia belasan tahun

Semua orang kaget, semua orang heran
Merasa tak siap dengan keadaan ini
Hingga ada yang berteriak, menangis, dan menjerit
Bagai diperkosa oleh dunia 

Bagi Shimari, tak akan mengubah tujuannya
Untuk menjadi bagian grup amatiran 
Bersama anak lain atau lebih tepat adik-adiknya 
Dan melakukan pertunjukkan celana dalam 

6
Malam tahun baru 2006 datang
Lantunan lagu natal terdengar 
Mereka, bermaksud merayakannya bersama penggemar
Yang sudi menonton pertunjukkan mereka

Kembali turun kejalan dan membagikan pamflet 
Hati yang terbuka, akan menyambut penggemar
Tapi, apa yang sebenarnya terjadi
Pamflet itu kembali berakhir ditempat sampah

Ditengah salju yang dingin
Air mata mereka seolah membeku
Menahan impian yang terpendam
Bersama air mata yang tertahan dalam hati

Seperti menyembah ke stasiun TV dan studio rekaman 
Agar mau menerima lagu dari grup amatiran ini
Jika bukan karena impian
Mungkin tempat ini sudah bubar ketika berdiri 

Mempertaruhkan masa depan hanya untuk impian
Apakah Shimari tak begitu bodoh
Mempercayai hal mustahil
Menjadi idola dan orang terkenal

Sebelum mereka melakukan petunjukkan
Shimari selalu turun dari lantai 8
Menuju trotoar, ditepi jalan Chuodori
Tempat yang sekarang dia injak adalah kepingan sejarah

Membawa beberapa pamflet
Melakukan hal yang sama, seperti grup moe
Supaya pejalan kaki mau naik kelantai 8
Dan menonton adik-adiknya tampil

Meski menahan dinginnnya salju
Tak jarang terdengar bentakan orang yang lewat
Karena menghalangi jalan
Dan hampir tertabrak sepeda

Terkadang bayangan yang lewat mengaburkan impiannya
Ingin tertawa, ingin berbelanja
Seperti kebanyakan anak lain
Menghabiskan waktu bersama temannya

Apa yang dialami adik-adiknya tak membuatnya trauma
Kerasnya kehidupan ditempat ini
Telah membentuknya menjadi manusia
Yang lebih menghargai kehidupan 

7
Setelah perjuangan grup amatiran ini
Surat pertama datang
Meski masih sepi, ternyata ada orang yang memperdulikan
Pertunjukkan celana dalam 

Kerja keras dan ketidakmauan kalian untuk menyerah 
meskipun kalian ada di lingkungan yang keras telah menyentuh hatiku. 
Ini menginspirasiku untuk bekerja keras 
dengan pelajaranku juga.

Itulah sepenggal surat penyemangat
Yang diberikan orang yang peduli
Pada perjuangan awal mereka
Dilantai 8 ditoko grosir, kota elektronik 

1,5 bulan berlalu sejak pembukaan teater 
Ketika acara pemilihan anggota favorit
Nama Shimari tiba-tiba muncul menjadi anggota favorit
Seorang pelayan café ini menjadi bagian dari grup amatiran

Hingga keajaiban benar-benar terjadi
Pendiri grup menawarinya bergabung
Dengan persyaratan dapat menghafal 12 lagu
Dan koreografer dalam waktu 4 hari

Anggukan kepala Shimari
Sebagai sinyal dia akan berjuang
Ketika kesempatan telah datang
Dan mengalahkan dirinya sendiri 

Berada diatas panggung adalah impiannya
Meski masih terseok-seok ketika berjalan
Dia tetap mempercayakan mimpinya
Yang akan tumbuh ditempat ini

Dengan lagu bunga sakura 
Yang dia nyanyikan pertama kali
Bersama teman-temannya
Itulah kenangannya hingga hari ini

Yang membekas didalam hati
Sebagai titik awal perjuangannya
Ingin selalu dia simpan
Meski dalam air mata 

8
Lagu perpisahan mengingatkannya
Pada pertama kali dia berjuang
Demi hal mustahil
Ya, impian yang kini hidup bersamanya

Seberapa jauhnya dia berjalan
Masih akan selalu terlihat
Berlomba-lomba dengan teman-temannya
Mencari perhatian penggemar

2 bulan berlalu dan lantai 8 semakin ramai
Wajah penggemar baru menghiasi
Air mata yang mereka perjuangkan
Sedikit demi sedikit terbayar

Warga kota elektronik heran
Dipuncak toko grosir yang disebut Donki
Ada penyanyi dan penari amatiran
Yang berusaha menggapai impian

Itulah yang membawa mereka kesini
Ya, memenuhi tempat duduk penonton
Dari dalam hati
Terimakasih untuk kalian, para penggemar 

Bersama teman-temannnya
Shimari kembali menyanyi dan menari
Hal yang mereka mampu
Dari sekumpulan gadis remaja

Meski tak berpengalaman
Mereka melakukan yang terbaik
Untuk penggemar, yang sudi mendampingi mereka
Dari lantai 8, hingga dapat bersinar

9
Setengah tahun berlalu
Audisi kedua dibuka
Ah, teman baru
Semakin meramaikan lantai 8 ini 

Meski mereka masih belum terkenal
Anggota baru berdatangan
Membuat persaingan semakin ketat
Yang tak kuat akan mati

Bagai hukum rimba
Itulah kehidupan, bahkan hanya untuk impian
Tak lama, generasi ketigapun datang
Lantai 8 semakin ramai

Banyaknya anggota yang ada
Membuat penggemar memprotes kehadiran mereka
Bahkan dibandingkan dengan generasi pertama
Betapa menyakitkan hal tersebut

Hingga membuat pendiri grup berpikir
Menunjuk salah satu anak yang tak begitu baik
Dalam menari maupun menyanyi
Maeda, itulah nama anak ini

Dia menjadi wajah grup karena banyaknya anggota
Rasa iri dari hati muncul
Kini, Maeda menjadi orang terkenal
Seluruh Jepang dan dunia mengenalnya

Tapi, Shimari adalah anak dewasa
Lebih dewasa dari siapapun yang ada ditempat ini
Menasehati adik-adiknya
Untuk tak membenci Maeda, yang tak tahu apa-apa 

10
Namun persaingan mereka belum berakhir
Bersaing mendapat perhatian
Dari penggemar yang semakin memenuhi teater
Demi impian yang tak terlihat

Shimari teringat wajah Jane Birkin
Seorang artis dan desainer dari Inggris 
Ya, itulah impiannya selama ini
Menjadi seperti dia  

Betapa beratnnya kesulitan
Hanya ada 2 pilihan
Berhenti atau kembali berjalan
Tanpa memperdulikan rasa sakit

11
Ah, Shiimari tak paham bisnis
Hanya impian yang ada dibenaknya
Bersama puluhan gadis lain
Ya, meskipun mereka ditengah ladang bisnis dunia hiburan 

Hingga tahun ke-3 pada 2008
Cobaan kembali menghadang
Studio rekaman meninggalkan mereka
Dan memupus harapan untuk melangkah selanjutnya

Terdengar desas-desus
Grup yang dia percaya dan perjuangkan
Akan dibubarkan oleh manajemen
Hanya karena tak mendatangkan keuntungan

Lagi-lagi persetan dengan duit
Hanya karena duit mereka mempermainkan impian Shimari dan gadis lain
Dalam hati dia tak rela
Ketika impian harus kalah oleh uang

Tapi apa daya
Shimari dan gadis lain hanyalah ABG
Yang tak tahu arah bisnis orang dewasa
Hanya impian, tak dapat membuat kita bertahan hidup

Grup ini tak memiliki masa depan
Begitulah pandangan orang
Pada Shimari dan teman-temannya
Dan 5 orang temannya mundur dari lantai 8

Tapi, dia berpegang pada prinsipnya
Seberapa sulitnya jalan didepan
Jika tidak meyerah
Pasti hasil baik yang didapat

Lebih baik bertahan hingga akhir
Meski akhirnya juga akan kalah
Paling tidak mencoba untuk melihat akhir perjuangan
Meski tak memiliki alasan melanjutkan perjuangan

Terkadang berbisik pada diri sendiri
Ketika berjuang dijalanku sendiri
Aku harus berbuat sesuatu 
Jika tidak, maka semua akan berakhir

Tapi seberapa kuatnya orang
Pasti akan lemah juga
Hingga akhirnya Shimari memutuskan menyerah
Ketika kehilangan kepercayaan, pada impiannya

Tapi, lagi-lagi dia mendengarnya
Nasehat dari pendiri grup, orang yang memberinya kesempatan
Yang menjadi titik balik kehidupannya
Percaya padaku, dan ikuti aku

12
Shimari duduk terdiam didepan toko grosir
Tempat dimana dia mulai berjuang
Dari keluarga sederhana di Fukuoka
Menuju Tokyo untuk impian 

Seorang diri menembus hutan beton
Yang bernama Akihabara
Wanita yang tak kenal lelah
Menjadi inspirasi bagi banyak orang

Kenangan akan perjuangannya
Membagikan selebaran hingga tiket gratis
Memenuhi ingatan Shimari
Sembari menyaksikan, jejak air matanya 

Shimari, oh gadis yang gigih
Setelah 8 tahun berlalu, kembali memutar lagu
Dari kelopak bunga sakura
Lagu pertama yang dia nyanyikan

Bernostalgia dengan masa lalu
Lagu adalah mesin waktu sederhana
Yang dapat membawa menuju lompatan
Masa lalu, masa kini, maupun masa depan

Dia menangis, menangis, dan menangis
Tapi bukan air mata kesedihan yang keluar
Air mata kebahagiaan
Air mata kemenangan

Dan hingga nada terakhir
Kini, dia telah semakin dewasa
Yang harus hidup
Dengan masa depan, setelah menggapai impian

Betapa panjangnya jalan itu
Akan selalu mengingatkannya
Pada air mata yang mengalir
Disepanjang trotoar Chuodori 

13
Apakah arti impian?
Mungkin bagi jiwa yang pasrah
Adalah kumpulan kalimat semu
Yang pantas untuk dibuang 

Ditahun 2013, diusia 28 tahun
Dia tak lagi bersama grup yang membesarkan namanya
Wajah Jane Birkin yang selalu dia bayangkan
Perlahan menjadi dirinya sendiri 

Meski meninggalkan kenangan
Dan tempat yang membesarkannya
Shimari tak akan melupakannya
Ketika menaruh bibit impian

Kini, perlahan telah tumbuh
Menjadi kelopak yang indah
Itulah kelopak bunga sakura
Yang telah mekar bersama impian 

Kembali berbisik pada dirinya sendiri
Untuk penggemar yang menuliskan namaku
8 tahun lalu, terimakasih, 
Karena anda ada disana untukku

Aku telah mampu berjalan sejauh ini
Akihabara, kaulah pendukung terbesarku
Lantai 8 adalah sisi lain dirinya
Yang tertanam begitu kuat
Meski meninggalkannya
Air matanya masih membekas

Dengan gemerlap yang terang
Mengajarkan pada siapa saja
Tentang keberanian
Dan orang yang mengikutinya 

Dia telah menang
Melawan keegoisan, sikap kekanak-kanakan
Dan menyembunyikannya dalam air mata
Air mata kebahagiaan

7 pasang mata hari itu
Telah menjadi ribuan pasang mata
Yang memperhatikannya
Ketika dia bersinar melebihi Jane Birkin 

Seberapa terkenalnya dia sekarang
Dia tak akan melupakannya
Lantai 8, tempat dia mempercayakan impian
Hingga bermekaran, bagai kelopak bunga sakura

Shimari, oh perempuan yang tangguh 
Dimasa depan aku akan selalu bercerita
Tentang perjuanganmu kepada generasi penerusku
Salam hormat, dari penggemarmu, diselatan samudra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar